Semarang – BERBEKAL keyakinan dan kesungguhan hati, Sugihartini membuka sebuah usaha usai memutuskan mengakhiri karier sebagai karyawan.

Dengan modal pas-pasan dan semangat kerja tinggi, dia ingin meninggalkan zona nyaman.

’’Saya dulu bekerja di perusahaan ekspedisi kapal laut. Setelah empat tahun, saya memutuskan keluar dan membuat perusahaan sejenis itu dengan pengetahuan yang saya dapat. Tahun 2001, saya membuka sendiri dengan modal minim,’’ ujarnya di sela-sela pembukaan Superwash Laundry miliknya, Sabtu (23/11).

Di bawah kepemimpinannya, pelan tapi pasti PT Bahana Samudra Transportindo pun terus berkembang. Dia kini memiliki lima armada untuk ekspedisi.

Tidak hanya satu usaha saja, saat ini, ibu dari tiga anak tersebut memiliki beberapa usaha, salah satunya waralaba Rocket Chicken di Mijen. Bahkan saat ini rumahnya di Ngaliyan dijadikan kos-kosan karena strategis.

Menurut dia, untuk menjadi pengusaha yang sukses diperlukan keyakinan, kerja keras, keuletan, serta semangat juang tinggi. Ia menerangkan, semua usaha memiliki risiko, untuk mengantisipasi risiko itu setiap pengusaha harus selalu optimistis.

’’Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun seorang pengusaha sejati harus optimistis dan fokus menjalankan bisnis,’’ katanya.

Tak hanya fokus di bidang profit, perempuan kelahiran Semarang, 24 September 1974 itu memiliki Yayasan Naufal Hanif, TK Puspa Indria di Griya Mijen Permai. Ia menerangkan, dalam kehidupan tidak melulu mencari materi untuk kedamaian hati. Lewat TK tersebut, dia ingin menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini kepada anak-anak di sekitar wilayah tersebut.

’’TK ini saya dirikan tahun 2006 untuk memeratakan pendidikan di daerah pinggiran. Saya juga ingin mendirikan sekolah dasar (SD) di daerah tersebut. Intinya saya tidak hanya ingin mengejar uang, namun juga bekal di akhirat nanti lewat institusi pendidikan dan berbagai kegiatan sosial,’’ tandasnya. (Afri Rismoko-43) http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/tinggalkan-zona-nyaman/